Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Penjelasan Lengkap Tentang VPS (Virtual Private Server)

Penjelasan Lengkap Tentang VPS (Virtual Private Server)
www.aboutech.net

Kenali Lebih Mendalam Tentang VPS (Virtual Private Server)

Bagi kamu yang sudah berkecimpung di dunia server, seharusnya kamu kenal dengan yang namanya VPS. Ya, teknologi baru ini akan memberikan berbagai kemudahan dalam menjalankan website, aplikasi, ataupun sebagai server untuk backend aplikasi (service/endpoint). Jika kamu seorang "Blogger", VPS juga masih berhubungan erat dengan hosting, domain dan juga sebagai media penyimpanan. Dengan adanya VPS pembagian sumber daya jauh lebih mudah, efektif dan effisien bagi kamu yang membutuhkan source yang lebih besar. Hal ini karena apabila kamu menggunakan server hosting atau shared hosting biasa, maka sumber dayanya masih saling terbagi dengan pengguna (user) yang lainnya. Ini pastinya memberikan dampak yang cukup serius bagi pengguna yang memiliki traffic yang cukup padat. Disinilah pentingnya menggunakan teknologi VPS.

Tags: VPN, Virtual Private Server

Apa Itu VPS

VPS merupakan singkatan dari "Virtual Private Server". Secara definisi, VPS diartikan sebagai sistem server secara pribadi, dimana segala sumber data yang digunakan hanya untuk satu pengguna saja. Dalam kata lain, sumber daya tersebut tidak mempengaruhi dan dipengaruhi oleh pengguna yang lain.

Dengan begitu, kamu yang menggunakan layanan VPS bisa mengatur dan mengelola secara penuh segala konfigurasi dan juga sumber daya. Pengguna juga bisa melakukan apapun yang diingkannya pada VPS mereka.

VPS sendiri menggunakan teknologi visualisasi berupa server fisik (Dedicated Server) yang disimpan disuatu tempat dan aman. Server fisik tersebut dibagi menjadi beberapa sumber daya yang berbeda-beda. Namun kata "virtual" mengartikan pembagian ini dilakukan dengan mengkonfirgurasi server utama (Dedicated server). Dengan begitu, dalam satu server fisik, bisa dibagi ke beberapa VPS yang kemudian dijalankan secara bersama.

Mungkin penjelasan teknis di atas terlalu rumit untuk kamu pahami. Aboutech akan memberikan analogi yang cukup simple. Contoh : "Kita ambil case pada sebuah lingkungan perumahan. Di mana komplek perumahan dijadikan analogi server fisik (Dedicated Server). Sementara, untuk bagian rumah-rumahnya yang kamu tempati, kita anggap sebagai VPS nya."

Setiap ruangan yang berada di dalam rumah kamu (Halaman, Ruang Tamu, Ruang Tidur, Dll), kita gambarkan sebagai RAM (Random Access Memory), CPU (central Processing Unit), Disk Space (Hardisk) dan juga sebagai Bandwidth. Di dalam rumah tersebut termasuk ruangan-ruangannya tidak saling berpengaruh oleh komplek perumahan ataupun rumah tetangga yang lainnya. Jadi, segala bentuk aktifitas yang dilakukan didalam rumah, dan seperti apa kamu mengkonfigurasinya terserah kamu sendiri.. Bagaimana, apakah kamu sudah paham tentang VPS ini?

Beberapa Manfaat VPS

Setelah kita memahami penjelasan dari VPS sendiri, kamu juga harus memahami apa manfaat dari VPS tersebut. Ini merupakan poin-poin yang sangat penting yang perlu kamu ketahui sebelum menggunakan layanan VPS untuk tujuan yang tepat.

A. Server Website, Aplikasi, Service Backend (Endpoint)

 Ternyata, VPS bisa difungsikan sebagai mini server kita. Sebagian besar VPS sendiri memang digunakan sebagai media untuk mengeksekusi service backend (endpoint). Akan tetapi VPS memiliki fungsi lain yang dapat bermanfaat untuk kita, yaitu sebagai rumahnya Website/Blog kamu. VPS pun bisa dibagi kembali ke dalam beberapa layanan kecil lainnya, seperti Shared Hosting. atau lebih di kenal dengan layanan Web Hosting.

Dengan begitu, semua service (Website, Aplikasi, Backend) yang menggunakan VPS bisa mendapatkan hasil yang maksimal dari segi traffic, response dan source yang besar.

B. Sebagai Media Storage Online

Tidak hanya sebagai tempat penyimpanan halaman website saja seperti di jelaskan sebelumnya, VPS juga bisa kamu gunakan sebagai tempat penyimpanan file-file pribadi kamu. Dengan meng-uploadnya pada VPS, maka kita bisa mengaksesnya kapan saja, dan dimana saja selama koneksi jaringan internet tersedia. Dengan kata lain, seperti Google Drive versi kita sendiri.

Akan tetapi, di sebagian penyedia layanan, layanan tersebut tidak tersedia atau tidak diizinkan bagi pengguna shared hosting. Hal ini karena berdampak pada server utama yang akan lebih terbebani dan menggangu pengguna (user) lainnya.

Sementara itu, untuk kapasitas penyimpanan pada VPS sendiri tergantung pada paket yang kamu pilih. Karena semakin besar penyimpanan maka otomatis semakin mahal harganya.

C. Sebagai Server Service Automatic

Satu hal yang tidak kalah penting adalah, manfaat VPS sebagai mesin yang bisa memudahkan jalannya bisnis kamu. Pengguna yang menggunakan layanan ini, bisa menaruh service/bot dalam servernya. dengan tujuan bot tersebut akan menjalankan instruksi khusus yang sudah terprogram oleh kamu sendiri. Prosesnya terjadi secara otomatis dalam rentang waktu yang kamu tentukan. Kamu bisa gunakan seperti untuk cronjob, atau sebagai docker/image/container dan juga hal lainnya yang tidak menyalahi aturan dari penyedia layanan.

Untuk case seperti menanam bot pada penyedia layanan, selama itu tidak melanggar kebijakan penyedia layanan. Maka kamu bisa untuk gunakan ke hal yang positif.

D. Bisa digunakan Sebagai VPN (Virtual Private Network)

Manfaat selanjutnya yaitu, layanan VPS juga bisa digunakan sebagai layanan VPN. Secara mudah, VPN merupakan sebuah sambungan koneksi secara pribadi yang hanya bisa digunakan untuk pengguna yang memiliki autorisasi tertentu.

E. Media Tester

Beberapa software developer, biasanya menggunakan layanan VPS untuk mengembangkan aplikasi mereka dan untuk melakukan testing. VPS Sebagai media server develope, maka mereka tidak perlu mengeluarkan cost yang terlalu besar untuk hanya sekedar testing saja.

F. DRC (Disaster Recovery Center)

VPS juga bisa dijadikan second server kamu loh, DRC merupakan hal yang wajib bagi kamu yang mempunyai bisnis yang besar dan atau sudah berbadan hukum. Karena tidak menutup kemungkinan walaupun penyedia layanan memberikan SLA 99,999% Up Time, suatu saat akan terjadi Down Time. Banyak faktor, misal : Listrik Padam Nasional, Bencana Alam, atau bahkan Gedung yang dipakai untuk menyimpan Dedicated Server kita sebagai server utama, mengalami kebakaran dan atau lainnya diluar dari batas kemampuan kita .

Maka kita harus menyediakan DRC sebagai cadangan server utama kita. Untuk meminimalisir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan tersebut. Jika sewaktu Down Time terjadi di server utama kita, maka sistem secara otomatis switch menggunakan DRC yg telah kamu sediakan.

Hal Yang Harus Kamu Perhatikan Saat Ingin Menggunakan Layanan VPS

Ada beberapa hal yang harus kamu pertimbangkan sebelum memulai menggunakan layanan VPS. Karena untuk menunjang performa yang maksimal.

- HDD (Hardisk)

Saat kita memilih sebuah VPS, wajib hukumnya kita harus memperhatikan hardisk yang digunakan. Pasalnya saat ini tidak sedikit juga yang menggunakan hardisk tipe lama. Kamu bisa memilih penyedia layanan VPS yang sudah menggunakan teknologi hardisk SSD. Mengapa demikian? SSD digunakan untuk server sebagai rendering data, dan mentransfer data jauh lebih cepat dibanding dengan hardisk tipe lama (SATA / SAS).

Tidak hanya itu, dari segi kapasitas yang ditawarkan pun juga harus menjadi pertimbangan. Apabila disk space memiliki ruang penyimpanan terlalu kecil maka tidak akan cukup bagi kamu yang membutuhkan source yang membutuhkan lebih besar untuk media penyimpanan. Ini akan membuat server menjadi overload, dan bisa jadi layanan kamu akan ditangguhkan oleh penyedia layanan dengan alesan penyimpanan disk space sudah melampaui batas yang wajar.

- Lokasi Server Fisik

Salah satu yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan layanan VPS adalah lokasi (tempat penyimpanan server fisik kita berada). Apakah di Indonesia, Singapur, Eropa, Dan lain sebagainya. Dengan lokasi yang sesuai target traffic kita, maka sangat mempengaruhi performa yang maksimal, karena koneksi antar client/server akan mendapatkan response yang cepat pula.

Mengapa lokasi menjadi faktor penentu? Coba kamu bayangkan, target traffic kamu hanya fokus di Indonesia saja. Tetapi server VPS kamu berada di Eropa. Ini akan menimbulkan delay response yang cukup lama, dan akhirnya visitor pun meninggalkan blog kita karena alesan loading yang cukup lama. Sangat disayangkan bukan?

- Self Managed, On Demand Support, dan Fully Managed

Salah satu kesalahan yang sering terjadi bagi kamu orang awam tentang layanan VPS, yaitu mengenai 3 hal Self Managed, On Demand Support & Fully Managed.

Self Managed adalah di mana semua yang bersangkutan dengan VPS dilakukan oleh pengguna (user) tersebut sendiri, Ibarat kamu akan mendapatkan hanya ruang server kosong saja, segala bentuk konfigurasi dan atau instalasi, kamu harus lakukan sendiri.

On Demand Support, jika kamu orang awam dan tidak mengerti bagaimana setting VPS secara standar/default. Kamu bisa menggunakan layanan berbayar ini. Kamu akan dikenakan charge ke penyedia layanan untuk membantu melakukan konfigurasi server VPS kamu. Jika sudah selesai, maka support pun berakhir, semuanya dibalikin kembali ke pengguna/user. Terkecuali kamu memperpanjang layanan dan terus membayar untuk sebuah support tersebut.

Dan atau bagi kamu yang tidak mau ribet-ribet, kamu bisa mencari penyedia layanan VPS dengan type service Fully Managed, yang artinya kamu cukup bayar sekali, maka kamu akan dilayani selama kamu berlangganan sampai dengan expired nya layananan VPS kamu. dan juga kamu tidak perlu repot dengan pembayaran, biasanya type layanan ini, menggunakan on time payment sampai dengan habis nya layanan kamu.


Nah, jika kamu ingin menggunakan layanan VPS, semoga artikel ini membantu kamu untuk memberikan informasi seputar Virtual Private Server tersebut yah. Semoga bermanfaat!
Techpedia
Techpedia Mencoba menjadi blogger untuk menyalurkan hobi.

Post a Comment for "Penjelasan Lengkap Tentang VPS (Virtual Private Server)"